si comel n si ensem

Khamis, 25 Oktober 2007

jari-jari yang berbicara

jari ini mulai lemah untuk menuliskan lebih banyak kalimat yang ceria. walau bukan suatu keharusan, tapi bila harus kembali melanjutkan cerita yang menyedihkan, akan terasa sangat menyakitkan. Tapi cerita yang seperti apa lagi yang harus aku tuliskan?? senyum.. bukanlah senyum yang seutuhnya. tawa.. tapi hanya untuk menyembunyikan pahitnya kenyataan. sampai aku pun lupa bagaimana caranya untuk tertawa yang benar-benar lepas. apa aku sudah membutuhkan terapi untuk itu? :/ heh.. mungkin aku bisa tertawa dengan melihat keadaan aku yang sekarang. terjepit dalam satu dilema yang membuat aku lupa bagaimana caranya tersenyum. ha.. ha..... ..ha. tapi seharusnya aku bangga.. ternyata aku memiliki kisah hidup yang lebih menarik dibanding kebanyakan orang. hanya saja, aku belum tau bagaimana cara menikmatinya. mungkin hanya lewat jari jari ini, aku bisa mengungkapkan semuanya. mungkin hanya lewat jari jari ini.. aku mulai bisa menikmati semuanya. mungkin lewat jari jari ini juga.. aku temukan jawabannya.mungkin...

p/s : aku copy dari blog dawai hati,kwn indon aku yang puitis amat..
tp aku suka baca tulisannya,wlo sukar di mengerti tp artinya cukup dalam